SYSTEM ASUT MOTOR INDUKSI 3 PHASA
Masalah
pengasutan motor induksi yang umum menjadi perhatian adalah pada motor-motor
induksi tiga fasa yang memiliki kapasitas yang besar. Pada waktu mengasut
(start) motor induksi kapasitas besar, besar arus listriknya cenderung melonjak
dengan tinggi sekali, walaupun memakan waktu yang cukup singkat namun kejadian
tersebut akan menimbulkan guncangan-guncangan tegangan pada jaringan listrik.
Guncangan- guncangan tersebut sangat mengganggu stabilitas jaringan listrik
secara keseluruhan, atau dapat pula menyebabkan pemutus daya terlepas (trip).
Untuk itulah telah dipikirkan cara-cara untuk melakukan pengasutan motor
induksi secara aman, adapun macam pengasutan yang umum adalah :
a.
Metode Direct on Line(d.o.l)
Pengasutan secara langsung DOL (direct on line) akan menarik
arus sangat besar dari jaringan ( 6 - 7 kali arus normal), dan torsi pengasutan
0,5 - 1,5 x torsi nominal. Apabila motor induksi direkomendasikan diasut DOL,
waktu pengasutan singkat, tidak lebih dari 10 detik dan kapasitas BHP motor
maksimum 5kW. Atau pengasutan DOL dapat direkomendasikan dengan kapasitas motor
hingga 0,5 - 1MW apabila waktu asut 5 detik dan persediaan daya pada feeder cukup,
dimana waktu t dan besaran kuat arus starting motor tidak melampau triping alat
proteksi.Ketika motor dengan kapasitas yang sangat besar di-start dengan direct-on-line,
tegangan sistem akan terganggu (terjadi voltage dip pada jaringan
suplai) karena adanya arus starting yang besar. Gangguan tegangan ini dapat
menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronis yang lain yang terhubung dengan
sumber.
Keuntungan pengasutan DOL
·
Pengasutannya sederhana
·
Jarang salah menjalankannya
·
Instalasinya ekonomis
·
Efisensi kerjanya tinggi
Kerugian pengasutan DOL
·
Tegangan sumber menurun tiba-tiba
·
Arus asut besar mengakibatkan kopel besar
·
Bila pengasutan sering dilakukan akan
membangkitkan panas yang tinggi.
b.
Metode Autotransformer
pengasutan tipe ini mempunyai keuntungan utama yaitu diperoleh
harga momen per-unit yang besar dari arus pengusutannya. Besar arus motor
berkurang sebanding dengan tegangan terminal motor. Sedangkan arus jala-jala
berkurang sebanding dengan arus kuadrat dari tegangan terminal motor, karena
pengaruh dari autotrafo. Tetapi biaya pengasutan dengan metode ini umumnya
lebih tinggi dibandingkan dengan metode pengasutan lainnya. Autotrafo umumnya
dilengkapi dengan dua atau tiga tap, misalnya 80 %, 60 % dan 50 % tap tegangan.
Pengasutan dengan autotrafo mengakibatkan ketidakseimbangan tegangan antara
fasa. Kumparan trafo hanya digunakan pada saat pengasutan dan setelah itu dapat
dilepaskan dari rangkaian. Pelepasan kumparan trafo ini dapat dilakukan secara
automatis dengan menggunakan kontak-kontak rele induksi dan dilengkapi dengan
rele waktu. Dibawah ini ditunjukkan gambar pengasutan dengan autotrafo yang
menggunakan dua kumparan trafo. Prinsip kerja Autotrafo Seluruh lilitan ac
membentuk lilitan primer dan bagian ab membentuk lilitan sekunder. Bagian ab
merupakan bagian bersama antara primer dan sekunder. Perbandingan dari
transformasi tegangan sama dengan perbandingan dari lilitan primer dan
sekunder. Jika kerugian dan arus penguat diabaikan dan jika beban yang bukan
induktif dihubungkan pada lilitan ab, mengalir arus Ix. Titik a menunjukkan
bahwa Ix = IH Maka arus dari b ke a serupa halnya arus dari b ke c.
Keuntungan pengasutan auto trafo:
·
Reaktansi bocor yang lebih rendah
·
Arus yang dihasilkan lebih kecil
·
Rugi-rugi yang lebih rendah
Kerugian pengasutan auto trafo
·
Langsungnya hubungan listrik antara sisi
bertegangan tinggi dan rendah.
c.
Metode Star-Delta
Pengasutan dengan metode ini digunakan terutama untuk motor induksi rotor sangkar yang direncanakan bekerja/berputar pada hubungan delta. Ujung-ujung kumparan fasanya harus dikeluarkan ke terminal motor, yaitu untuk melakukan hubungan Wye dan hubungan Delta. Pada tipe ini mula-mula kumparan dihubungkan secara Wye, dimana tegangan fasanya adalah sebesar 0.577 dari tegangan kumparan pada saat dihubungkan delta, sedangkan impedensi kumparan tersebut bila dihubungkan delta. Dengan demikian, arus pengasutan pada hubungan bintang adalah lebih kecil bila dihubungkan dengan delta. Demikian juga momen pengasutannya adalah sebanding dengan besarnya arus pengasutan yang timbul. Umumnya alat pengasutan ini dilengkapi dengan kontaktor-kontaktor yang dimiliki oleh masing-masing hubungan tersebut. Perpindahan hubungan Wye ke Delta didalam sistem pengasutan ini diatur oleh suatu rele pengatur waktu (Time Delai Relay). Pada saat perpindahan hubungan Wye ke Delta terjadi pemutusan arus sesaat dari arus jala-jala. Namun hal ini dapat diatasi dengan menggunakan sistem peralihan tertutup dengan hubungan sebuah tahanan ke dalam rangkaian selama perpindahan berlangsung.
d.
Metode Pengasutan Tahanan Primer
Pengasutan ini menggunakan tahanan-tahanan seri pada setiap
fasa dari rangkaian primer motor. Harga tahanan dibuat sedemikian rupa,
sehingga memperoleh arus inrush yang diperlukan pada tegangan yang dipergunakan
oleh motor. Tegangan pada terminal motor bertambah secara automatis selama
percepatan berlangsung, sedangkan arus jala-jala berkurang. Besarnya arus
pengasutan merupakan masalah pokok di dalam setiap metode pengasutan motor
induksi. Arus pengasutan ini tetap besarnya pada harga yang memadai selama waktu
percepatan berlangsung. Waktu percepatan adalah waktu dari motor mulai
dijalankan sampai motor mencapai harga nominalnya. Jika waktu percepatannya
berlangsung cepat, maka tidak diperoleh pengurangan arus inrush maksimum yang
besar. Pada banyak kasus, faktor yang menentukan adalah besarnya arus yang
diizinkan sesuai dengan kebutuhannya untuk motor tersebut dalam percepatan
dirinya dengan tidak menimbulkan pemanasan pada motor. Hal ini merupakan fungsi
alat pengasut untuk bekerja dengan baik dengan mempersingkat waktu
percepatannya sebelum ada kerusakan yang terjadi pada motor
Keuntungan dari pada pengasutan tahanan primer
·
Arus asut mengecil
·
Rangkaiannya ekonomis
Kerugian dari pada tahanan primer
·
Tidak dapat dipakai pada rotor sangkar
e.
Metode Pengasutan Inverter
Inverter merupakan alat untuk mengatur kecepatan putaran motor
dengan cara mengubah frekuensi listrik sesuai dengan kecepatan motor yang
diinginkan. Secara sederhana prinsip dasar dari Inverter (Variabel Frequency
Drive) adalah mengubah input motor(Listrik AC) menjadi DC dan kemudian
dijadikan AC lagi dengan frekuensi yang dikehendaki sehingga motor dapat
dikontrol sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.
Berikut rumus dasar pengaturan RPM yang tergantung dari
frekuensi dan jumlah kutub (pole) :
Ns= 120 f/p
Keterangan:
n : Kecepatan Motor ( rpm )
f : Frekuensi Listrik ( Hz )
P : Jumlah Kutub Motor
Keuntungan menggunakan inverter:
·
Tersedia untuk berbagai ukuran daya
·
Mampu menangani kebutuhan yang luas untuk torsi
dan kecepatan.
·
Adaptabel untuk segala kondisi operasi.
·
Electric drive dapat dioperasikan secara cepat.
·
Efisiensi tinggi
·
Mudah dikontrol
·
Dapat dioperasikan pada empat kuadran
Meminimalisir
konsumsi energi dan untuk mengurangi arus starting.https://panel-maker-indonesia.com/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar